Find us on facebook

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 18 Desember 2015

ORANG GILA

Setiap pagi dan sore, lima kali dalam satu minggu kita berjumpa di perempatan yang sama. Banyak yang mencibir, sebagian memaki-maki dan mengejek tapi sebagian besar lagi malah salut, bangga dan iri. Mereka bilang kamu adalah orang yang sukses, manusia merdeka, orang yang pernah berjumpa secara langsung dengan sesuatu yang banyak manusia sanjung puja: kebebasan!

Jam 7 tepat, setiap pagi, aku lewat. senin, selasa, rabu, kamis, jumat. Tapi bagimu yang menggenggam kebebasan, hari-harimu tak lagi dibatasi waktu. Belenggu jarum jam patah di tanganmu, angkuhnya waktu luluh kamu injak-injak. Bagimu setiap hari adalah senin pagi, dengan takzim kamu menghormat ke tiang lampu lalu lintas sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kamu gila tapi nasionalis. Lampu lalu lintas menyala kuning aku terabas. Aku waras tapi suka melanggar aturan dan tidak tahu diri.

Kamu gila, aku waras. Hidupku teratur mengikuti alur, hidupmu acak-acakan. Kamu makan setiap kamu lapar, kamu tidur setiap merasa ngantuk, kamu bicara saat merasa butuh. Kamu memegang kebebasan, tanpa aturan. Setiap malam aku tidur bukan karena ngantuk tapi khawatir esok harinya aku lelah di tempat kerja, ak makan bukan karena lapar tapi waktu makanku memang sudah diatur sedemikian rupa, aku berbicara bukan karena merasa butuh, tapi karena aku dipaksa bicara.

Tunggu sebentar... jika sudah membandingkan seperti ini aku jadi berpikir, siapa yang benar-benar gila sekarang? Ordo Ab Chao, dalam kekacauan ada keteraturan. Itu kamu, orang yang aku anggap gila dan hidup sesukanya malah menemukan keteraturan dalam kekacauan. Sedangkan aku (kami) yang merasa waras mencoba menakar-nakar, menghitung, menimbang, membuat konsep keteraturan yang malah berbalik jadi kekacauan.

Ordo Ab Chao...

Ordo Ab Chao...

Biarlah manusia kembali jadi manusia dengan keteraturan yang dibuat oleh Pencipta Manusia. Keteraturan ajeg yang sering dianggap kekacauan.

Ordo Ab Chao...

Rabu, 16 Desember 2015

Yang sering ditemui dan harus diabaikan

Sahabat, mari kita renungkan lagi kisah yang mungkin telah sering kita baca atau dengarkan. Kisah tentang seorang ayah bersama anaknya yang melakukan perjalanan dengan keledai.

Beginilah penjabaran kondisinya.

Pertama, si anak naik keledai dan sang ayah berjalan saja. Orang-orang yang melihat mengatakan si Anak tidak sopan. Dia menaiki keledai sementara ayahnya hanya berjalan kaki.

Kedua, gantian si Ayah yang naik keledai dan Sang anak yang berjalan . Orang-orang yang melihat, mengatakan dan mengumpat Si lelaki yang membiarkan anaknya berjalan kaki sedangkan dia enak-enakan duduk di atas keledai.

Ketiga, karena dua komentar sebelumnya, si anak dan sang ayah sama-sama menaiki keledai. Orang diperjalanan  yang melihat menjadi mengumpat pula dan  mengatakan anak-bapak ini tidak punya rasa kasihan terhadap si Keledai.

Keempat, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk tidak menaiki keledai. Dan ternyata ada lagi orang berkomentar. Si ayah dan si anak dikatakan bodoh karena ada keledai yang bisa dimanfaatkan, tapi tidak di gunakan.

Kelima, untuk menghindari berbagai macam komentar orang lain lagi, akhirnya si anak dan sang ayah malah menggotong keledai tersebut yang kebetulan daerah yang mereka tuju telah dekat. Tapi apa? Masih ada orang yang berkomentar. Si ayah dan anaknya dikatakan bodoh. Keledai kok malah digotong.



Dari kelima situasi di atas, apapun yang diperbuat si anak dan ayahnya, selalu mendapat kritikan dari orang lain. Beda kondisi, beda pula komentar yang didapat. Beda yang diperbuat, beda pula omongan orang lain yang didengar. Tapi intinya, ucapan semua orang kepadanya hanya menyalahkan. Mengatakan hal ini, menyatakan hal itu. Tanpa tahu kondisinya.

Coba kita berfikir seperti ini.

Untuk kondisi pertama, bisa saja si anak sedang sakit kakinya, maka ia yang naik keledai. Di kondisi kedua, bisa saja si ayah yang malah sakit kakinya. Kondisi ketiga, bisa jadi si ayah dan sang anak sama-sama sakit yang memaksanya untuk menaiki keledai berdua. Kondisi keempat, bisa saja kaki si keledai yang sakit, sahingga tak bisa dinaiki. Dan kondisi kelima tentang si keledai yang digotong, bisa saja keledainya sakit parah dan tidak bisa berjalan.

Tapi coba sahabat fikir, untuk kelima kondisi di atas, apakah semua orang yang melihat telah mengetahui alasan si ayah dan sang anak 'berlaku' untuk masing-masing keadaan? Dan sering, orang berkomentar tanpa sempatnya mendapat penjelasan yang membuat sebuah tindakan yang dilakukan.

Betul bukan?

Ya begitulah kawan,  dalam kehidupan sehari-hari pun sering kita temui. Komentar dan kritikan yang selalu menghujami. Mereka menghakimi tanpa mencoba mengerti. Menyalahkan orang lain tanpa mencoba memahami.

Ketahuilah sahabat, itu karena mereka tidak tahu apa yang kita tahu. Mereka tidak paham tentang apa yang kita paham. Karena itu sahabat, apapun yang kita lakukan sekarang, selama itu benar dan tidak melanggar syariat, jalankan saja. Apapun pendapat orang, tidak usah terlalu didengarkan.




Selasa, 15 Desember 2015

Karena AKU Mencintai yang Menghadirkan CINTA

Karena AKU Mencintai yang Menghadirkan CINTA
sumber: pixabay.com
Sempurna begitu ingin dihadirkan
dari kisah yang melibatkan hati
dalam pandangan insan terwujud menyatu.

Kerlingan bahagia menyapa penantian masa yang semu
dan itu cukup membuatku tersipu

Sembari merajut rangkain angan,
aku pun berkelana bersama nyata
Lalu aku mendapati bulir-bulir syahdu berserakan
pada celah angka yang ditunjuk jarum jam.
Kesadaran pasti yang melemparku ke tempat penyembahan

Penyebutan CINTA tidak bisa dihindari
Yah, mungkin saja aku memang sedang mencinta.
Mencintaimu.

Bila memiliki menjadi akhir yang dituju
Tentulah awal bukan perkara yang patut terabaikan
Dan cinta ini bermula dari Zat yang memiliki cinta
Maka sudah sepantasnya cinta ini kupersembahkan padaNya
Sebelum mengulurkannya padamu
Malang, 19-09-2015

Sabtu, 12 Desember 2015

Sajak Setia


sumber: pixabay.com
/1/
Kaki langit hendak menapaki jingga
Kala pertemuan meramu rupa
Menggauli lidah
Tersamar redup pandang

Lama menjadi singkat
Lupa menyapa bayang
Hanya padanya: seperti itu mengkristal dalam diri
Aku tak memahami

/2/
Kabut menggulung luka
Kasa melepaskan
Gerimis di pelupuk
mungkin sekejap
berteduh.

/3/
Pertemuan baru menyulam
Pesona langit yang temaram
Sekulum senyum mengecup kuncup
kerinduan
tersipu.

/4/
Mungkin belum sempurna
Masa menyeka lampau
sesekali bertandang
tapi kini menyambut hangat
karena sekeping kisah
tetaplah jejak yang menyebut dirinya “Kenangan”

/5/
Terlambat pengakuan bertutur
Titik dimana pilihan berdiri kaku
Kira yang terjadi tadi. Tidak larut
dalam hati yang menyirami tunas lain: Aku
begitu angin membisikkan.

/6/
Bila awal tak menghendaki mula
Semestinya tiada akhir persembahan pada selesai

Maka “Pergilah!”
Karena antara kau dan aku, setia menghalang.
Juli 2015

Jumat, 11 Desember 2015

KULIAH APA?


Sabtu pagi tanggal 6 november 2015, seperti biasa pagi itu saya sudah siap untuk ke kampus di hari weekend. Mengingat jadwal kuliah saya adalah sabtu dan minggu karena memang saya mengambil kelas khusus dimana rata-rata mahasiswa adalah yang sudah bekerja dan berniat melanjutkan pendidikan. Saat sudah siap, tinggal naik ke motor dan kemudian diantar oleh bapak karena sampai saat ini bapak masih selalu antar jemput untuk keperluan pekerjaan dan pendidikan sejak dari saya masih sekolah hingga sekarang, tiba-tiba berbunyilah bbm grup kampus yang mengabarkan bahwa pagi itu tak ada kuliah karena sang dosen berhalangan, rencana awal akan diganti beberapa jam kemudian sekitar jam 10an namun mengingat tak semua mahasiswa bisa hadir pada kuliah itu maka sang dosen pun membatalkannya karena beliau tak mau jika mahasiswa yang hadir hanya sedikit karena tak tersampaikan apa yang akan didiskusikan dalam kelas. Akhirnya perkuliahan pagi itu pun batal dan tak ada, hanya akan ada perkuliahan di siang hari sekitar jam 1an.

Ada hal yang lucu menurut saya, saat membaca chat di bbm grup dan kemudian saya bbm teman saya juga yang sedang menyaksikan percakapan di bbm tersebut.
teh udah baca bbm grup belum?”
udah, lucu yah ri hahaha”
iyah teh, ada yang keukeuh pengen masuk kuliah tapi siapa dosen yang mau masuk buat ngajar? Ada-ada ajah. Ada mahasiswa tapi gak ada dosen, gimana mau ada kegiatan belajar mengajar? Tapi kalau ada dosen dan mahasiswa cuma satu atau dua orang ajah, proses mengajar pun pasti terjadi, karena itu udah tugas dia kan teh?”
iyah ri, ada-ada ajah itu orang hahaha. Kita mah liatin ajah lah ri di grup bbm itu”
iyah teh hahaha”

Ya ada seorang teman saya yang ingin sekali pagi itu ada perkuliahan, kuliah apapun. Saya mengerti mengapa ia begitu? Karena memang bagi mahasiswa yang juga bekerja, waktu untuk ke kampus itu kadang suatu pengorbanan. Apalagi jika sudah sampai kampus kemudian tak ada perkuliahan dengan alasan dosen berhalangan karena sebab apapun dan itu pun dadakan. Pasti memang agak kesal dan sayang dengan waktu yang ada. Namun sayangnya pagi itu tak ada dosen lain yang dapat menggantikan. Lalu kalau sudah begitu mau memaksa masuk pun, kemudian akan kuliah apa? Siapa dosen yang akan mengajar? Jika ada dosen yang bisa menggantikan untuk mengajar itu mungkin masih lebih baik dari pada tak ada sama sekali. Tapi apa mau dikata, karena nyatanya tak seperti yang diharapkan.

Ya sudah ambil hikmahnya saja dari peristiwa yang ada. Sudah siap mau berangkat kuliah akhirnya tak jadi. Mengerjakan pekerjaan lain yang bermanfaat adalah salah satu pilihan. Akhirnya saya isi waktu itu dengan nyuci dan ngetik ajah deh. Sekian. Mohon maaf jika tak berkenan.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More